Tugas DAY 2 DIKPUS - PoPoPe Mahasiswa

Muhamad Fariz Ramadhan

16520409 - Sistem dan Teknologi Informasi 2020

Kel. 110

Meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di Indonesia tentu menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Jumlah kasus baru dan kematian akibat pandemi ini sudah lebih dari setahun tanpa harapan. Adanya program vaksinasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh mentalitas orang-orang yang keras, egois, dan masih belum percaya terhadap corona ini, termasuk di lingkungan tempat saya tinggal. Ada juga beberapa yang sudah percaya bahwa COVID19 adalah fakta, tetapi tidak dibarengi dengan tindakan pencegahan dan pengobatan yang aplikatif. Masih sering bermain keluar padahal tidak penting, mengadakan persekutuan, dan berolahraga tanpa masker adalah hal biasa. Ini diperparah dengan situasi gugus tugas yang memperdebatkan apakah data orang-orang kompleks yang terinfeksi akan didistribusikan ke seluruh kompleks atau dirahasiakan. Namun, mayoritas gugus tugas memutuskan untuk merahasiakan identitas komunitas kompleks yang terinfeksi. Padahal, informasi ini merupakan sumber database yang potensial untuk mencegah dan mengurangi penyebaran COVID di masyarakat, bahkan di tingkat provinsi maupun nasional.

Sebagai mahasiswa yang memiliki posisi, potensi, dan peran, tentunya kondisi ini harus ditingkatkan. Namun, mediasi komunitas, terutama yang berkaitan dengan kerangka berpikir, bukanlah perkara sederhana. Saya percaya bahwa mahasiswa memiliki posisi sebagai bagian dari masyarakat sipil yang terdidik dengan sistem, pola pikir, etika, dan pengetahuan yang diperbarui. Oleh karena itu, seorang mahasiswa tentunya memiliki potensi untuk berperan sebagai mediasi di masyarakat. Dengan pengetahuan dan pemikiran yang paling relevan dengan kondisi saat ini, siswa memiliki pemikiran yang lebih kritis dan realistis. Siswa juga memiliki kemampuan mengemukakan pendapat dengan memperhatikan norma dan etika. Oleh karena itu, seorang mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam hal tindakan dan pola pikir.

Hal ini dapat dilakukan dengan menjadi contoh bagi masyarakat yaitu sebagai anggota masyarakat yang peduli terhadap pencegahan COVID, dan sebagai penjaga nilai kebenaran di masyarakat yaitu kenyataan bahwa COVID adalah hal yang sangat berbahaya. Dengan menjadi contoh (role model) diharapkan secara bertahap akan meningkatkan kesadaran masyarakat. Artinya, mahasiswa sebagai akademisi telah berperan mencerdaskan masyarakat secara tidak langsung melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, bahkan siswa yang tidak ada di masyarakat, nilai-nilai yang selama ini dipertahankan tidak hilang karena telah dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Dan maka dari itu saya berusaha untuk membuat banyak konten di tiktok untuk mengedukasi terkait covid yang berbahaya ini- karena pasalnya tiktok saat ini adalah sosmed yang paling banyak digunakan saat ini.


#PoPoPeMahasiswa

#KATITB2021

Komentar