Tugas DAY 3 DIKPUS - Observasi Tantangan di Masa Depan

Muhamad Fariz Ramadhan

16520409 - Sistem dan Teknologi Informasi 2020

Kel. 110


Beberapa waktu lalu, terjadi pencurian barang berharga di beberapa rumah di kompleks tempat tinggal saya. Pencurian ini cukup sering terjadi sehingga menimbulkan keresahan bagi warga dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap petugas keamanan. Sebenarnya satpam komplek saya sudah ditambah dari 5 menjadi 9 orang, tapi pencurian tetap saja terjadi, bahkan pada siang hari. Alhasil, terjadi negosiasi antara kepala keluarga dengan pengurus kompleks RT/RW. Singkatnya, diputuskan untuk membangun sistem otomatis, yaitu pintu masuk ke kompleks dengan portal, seperti di kompleks ruko atau mal yang menggunakan akses kartu.

Penerapan teknologi ini memberikan dampak positif yaitu tidak ada lagi kasus pencurian hingga saat ini. Namun, keputusan ini menimbulkan tantangan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kompleks perumahan saya. Aspek VUCA tentunya cukup berperan dalam menganalisa teknologi ini. Penerapan teknologi AI yang canggih memungkinkannya untuk diretas atau dirusak secara tiba-tiba, dan tidak ada sumber daya yang dapat dicadangkan jika sewaktu-waktu terjadi sistem crash. Selain itu, di kalangan penghuni kompleks tidak ada yang memahami cara kerja dan keamanan sistem yang digunakan sehingga menimbulkan sisi ketidakpastian. Hal ini juga berkaitan dengan aspek kehidupan masyarakat yang kompleks, terutama bagi para satpam yang di-PHK, pedagang keliling yang tidak dapat memasuki kompleks, kehidupan masyarakat yang kompleks yang terisolasi dari pedagang yang biasa berjualan makanan, dan sebagainya. Akibat dari semua itu, terdapat ambiguitas yang tidak dapat disimpulkan apakah penerapan teknologi ini justru cenderung membawa perubahan yang baik ataukah chaos.

Ini mungkin tampak sederhana karena mencakup area kompleks yang berskala kecil. Namun hal ini cukup penting untuk diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kehidupan sosial penghuni kompleks dan kesejahteraan masyarakat yang memanfaatkan komplek perumahan sebagai ladang uang, seperti pedagang sayur, buruh bubur, buruh tani, tukang bersih-bersih, pembantu rumah tangga, dan seterusnya. Akibat terganggunya kesejahteraan sosial manusia dapat mengakibatkan munculnya “lingkaran setan” dalam skala kecil dalam jumlah besar. Lingkaran setan ini dapat mengganggu kehidupan banyak orang, seperti munculnya kejahatan, kasus kelaparan, rendahnya pendidikan, dan menurunnya kesejahteraan.

Oleh karena itu, sebagai mahasiswa yang disebut-sebut sebagai generasi penerus bangsa, mereka harus menunjukkan posisi, potensi, dan pendampingannya. Siswa terdidik dapat menjadi mediator antara penghuni kompleks dengan orang-orang yang mencari nafkah di kompleks. Dengan adanya mediasi ini diharapkan terjadi koordinasi antar lapisan masyarakat sehingga tercapai kondisi yang saling menguntungkan bagi warga, satpam, dan pedagang.

#TantanganMasDep
#KATITB2021

Komentar